REFLEKSI TERKAIT SUPERVISI AKADEMIK DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI DIRI

 Oleh : EFENDI, CGP ANGKATAN 7

1. Selama menjadi guru, tentunya pembelajaran Anda pernah diobservasi atau disupervisi oleh kepala sekolah Anda. Bagaimana perasaan Anda ketika diobservasi?

Saat itu, perasaan saya ketika diobservasi oleh Bapak Kepala Sekolah saya pastinya ada sedikit gerogi bercampur senang. Ada perasaan ketakutan karena kekhawatiran tidak bisa merespon dengan bai kapa yang ditanyakan Kepala Sekolah tetapi senang sekali karena punya tantangan tersendiri untuk memberikan yang terbaik dengan semua persiapan yang sudah saya miliki. Segala bentuk administrasi dan perangkat pembelajaran sudah saya sediakan. Saya tertarik untuk selalu bisa mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan observasi tersebut.

 

2. Ceritakan pengalaman Anda saat observasi dan pasca kegiatan observasi tersebut.

Pengalaman saat observasi

Pada saat kegiatan observasi berlangsung, Bapak Kepala Sekolah dengan telaten dan sabar menanyakan sambil berdiskusi ringan terkait pengalaman dan perangkat pembelajaran yang saya miliki, beliau selalu memberi dukungan penuh untuk terus melakukan pembinaan agar saya dan tentunya teman-teman guru yang lain menjadi guru yang lebih profesional dalam menjalankan tugasnya.

 

Pengalaman pasca observasi

Pengalaman pasca observasi, saya mendapatkan beberapa sharing berharga dari Kepala Sekolah. Masukan dan saran saya jadikan bahan evaluasi diri sehingga bisa memperbaiki kekurangan-kekurangan untuk menjadi lebih baik dalam memenuhi tugas sebagai seorang pendidik. Saya juga sangat termotivasi dengan adanya kegiatan observasi tersebut, dan membuat saya bisa reflektif diri dalam melihat kekurangan saya, barangkali saja dalam menyampaikan tahapan-tahapan pelaksanaan pembelajaran banyak yang lupa dalam menerapkan metode pembelajaran. Terdapat juga sumbangan ide dan gagasan dari Kepala Sekolah supaya saya bisa menerapkannya di kelas yang saya ampu.

 

3. Menurut Anda, bagaimanakah proses supervisi akademik yang ideal yang dapat membantu diri Anda berkembang sebagai seorang pendidik?

Menurut saya, seorang supervisor hendaknya menjadi panutan ataupun teladan bagi yang disupervisi atau rekan guru lainnya. Sehingga dapat menjadi pedoman bagi tenaga pendidik untuk masa selanjutnya.

Seorang Supervisor hendaknya mampu menciptakan hubungan yang harmonis. Kegiatan pembinaan dilaksanakan berkesinambungan.

 

4. Menurut Anda, jika Anda saat ini menjadi seorang kepala sekolah yang perlu melakukan supervisi, dimana posisi Anda sehubungan dengan gambaran ideal di atas dari skala 1 s/d 10? Situasi belum ideal 1 dan situasi ideal 10.

Jika Saya saat ini menjadi seorang Kepala Sekolah yang perlu melakukan supervisi, sehubungan dengan gambaran ideal di atas maka posisi saya masih diangka 6. Karena saya masih belum berpengalaman dalam bidang ini.

 

5. Aspek apa saja yang Anda butuhkan untuk dapat mencapai situasi ideal itu?

Menurut pemahaman saya, aspek yang dibutuhkan untuk dapat mencapai situasi ideal dengan cara membekali diri dengan pengetahuan dalam hakikat, tujuan, fungsi, peran dari supervisor yang telah dilaksankan, juga dianggap perlu untuk memahami Teknik coaching yang baik, kurikulum dan program sekolah, serta proses belajar mengajar guru.

Setelah Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan reflektif, tuliskan harapan Anda terkait modul ini :

1. Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada diri Anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini?

Saya berharap mampu memahami seluruh materi sehingga dapat saya terapkan dalam praktik baik di lingkungan sekolah, dan juga menerapkan latihan percakapan berbasis choaching yang dapat menguatkan saya menjadi pemimpin pembelajaran yang mandiri dan berkualitas.

 

2. Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?

Kegiatan yang saya harapkan ada dalam modul ini: adanya kolaborasi dalam praktik baik tentang coaching supervisi akademik. Utamanya bersama fasilitator, pengajar praktik, instruktur dan juga rekan-rekan CGP.

Manfaat yang saya harapkan ada dalam modul ini, melakukan percakapan berbasis coaching dalam hal meningkatkan kemampuan rekan sejawat. Saya juga berharap mampu membedakan coaching dengan pengembangan diri lainnya. Saya juga berharap mampu memahami prinsip-prinsip coaching dalam komunikasi yang baik dalam supervisi akademik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

REFLEKSI INDIVIDU

GURU PENULIS HEBAT