PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Oleh : EFENDI

Kasus yang dialami rekan saya Pak Sofyan Rasad saat menjadi coachee pada melakukan praktik coaching, beliau mendapat teguran dari kepala sekolah yang menerima laporan dari pengawas sekolah yang melakukan supervisi saat ia mengajar. Pengawas sekolah yang melakukan supervisi tampak keberatan ketika rekan Anda mengajar tanpa buku teks. Rekan Anda mengajar dengan memanfaatkan sumber-sumber belajar lainnya. Ketika diingatkan pengawas tersebut, rekan Anda menyampaikan jika ia tetap mengacu pada kurikulum walaupun tidak menggunakan buku teks. Pengawas tersebut tampaknya tersinggung dan memberikan laporan tentang hal itu kepada kepala sekolah. Bagaimana Anda menyikapinya?

Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?

Langkah 1. Nilai yang bertentangan pada kasus ini adalah

1. Rekan saya mempunyai prinsip bahwa mengajar tidak perlu menggunakan buku Teks, sedangkan pengawas menganjurkan untuk selalu menggunakan buku teks.

2. Nasehat dari pengawas sekolah seperti tidak di hiraukan oleh rekan saya, jadi alasan rekan saya tetap  mengacu pada kurikulum yang berlaku walaupou tanpa buku teks. 

Langkah 2. Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut?

Yang terlibat adakah rekan saya.  Mengalami dilema etika antara mengikuti saran bapak Pengawas, memakai buku teks dalam pembelajaran atau memngikuti prinsip diri tentang pembelajarn di kelas.

Langkah 3Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut?

1. Pengawas sekolah melakukan superfisi kepada rekan saya.

2. Pengawas sekolah mempertanykan kepada rekan saya mengapa tidak menggunakan buku teks?

3. Rekan saya menjawab walaupun tidak menggunakan buku teks tetapi tetap mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku

4. Pengawas sekolah merasa kecewa dengan jawaban rekan saya

5. Pengawas melaporkan hal ini kepada kepala sekolah

Langkah 4: Pengujian benar atau salah 

Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.

1.              Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji lega) Tidak ada aspek pelanggaran hukum

2.              Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi) tidak ada pelanggaran peraturan atau kode etik profesi 

3.              Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi) Berdasarkan perasaan dan intuisi saya, kasus ini terdapat kesalahpahaman antara Pengawas sekolah dan rekan Guru saya. Saling mempertahankan prinsip yang dipegang, pengawas lebih percaya bahwa satu-satunya sumber belajar adalah buku teks sedangkan rekan saya percaya bahwa bukan hanya buku teks bisa dijadikan sumber belajar, masih bnyak lagi contoh sumber belajar yang lain. 

4.              Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman? Yang saya rasakan senang karena keputusan yang saya ambil bisa dijadikan pertimbangan atau inspirasi banyak orang yang mungkin mengalami masalah yang sama. Terkadang kita dapat mengatasi masalah atua kebingungan dengan membaca. Saya akan merasa nyaman, kalau memang keputusan saya tepat, dan saya akan senang bila banyak yang meberikan komemtar, karena dengan komentar kita bisa berinteraksi dengan para pembaca tulisan kita, dan merupakan refleksi kita untuk menjadi lebih baik. 

5.              Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini? Keputusan yang diambil adalah menggunakan banyak sumber belajar termasuk buku teks, bvidei You Tube, artikel ilmiah, artikel di Blog, internet.

Langkah 5: Pengujian Paradigma Benar lawan Benar 

Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

Paradigma yang terjadi mpada kasus ini adalah Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty). Kebenaran bahwa buku teks bukan satu-satunya sumber belajar yang bisa dipakai di pembelajaran. Dan Benar juga bahwa kita sebagai Guru harus mendengar masukan dari Pengawas Sekolah. Bukan menetangnya, tetapi menerima dengan ikhlas, dan kita laksanakan kalau memang itu baik dan tidak merufgikan buat kita. 

Langkah 6: Melakukan Prinsip Resolusi 

Prinsip penyelesaian yang dipilih adalah berpikir berbasis peraturan (rule based thingking).  Karena adanya aturan bagaimana hubungan antara Pengawas Sekolah, dan Guru. Kita sebagai Guru harus menghormati dan menghargai saran dan nasehat dari Pengawas. Dana bila nasehatnya adalah sesuatu yang baik, kita tidak boleh menolaknya.

Langkah 7: Investigasi Opsi Trilema 

Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?

Penyelesaian yang diambil adalah rekan saya memakai semua sumber belajaar yang ada termasuk buku teks, video You Tube, artike ilmiah, internet. Dan penyelesaian kreatif adalah mengkombinasikan sumber belajar buku teks dengan sumber belajar yang lain, dengan melihat profil belajar murid yang ada di kelas (pembelajaran diferensiasi). Sehingga ini menjadi penyelesaian yang tak terpikir sebelumnya, dari kasus teguran penggunakan buku teks, rekan saya dapat membuat pembelajaran diferensiasi di kelas nya, sehingga murid dapat belajar sesuai dengan profil belajar murid, tercapai pembelajaran yang berpihak pada murid. 

Langkah 8: Buat Keputusan

Apa keputusan yang akan Anda ambil?

Keputusan saya pada kasus ini adalah saya meminta untuk rekan saya lebih menghargai Pengawas sekolah, bila diberi nasehatin, ikuti selagi nasehat itu baik buat kita, kalaupun memang nasehatnya kurang baik maka kita harus menggunakan bahasa yang lebih sopan untuk bisa menyampaikan supaya tidak akan membuat kekecewaan lawan bicara kita. Kemudian saran dari Pengawas sekolah dipakai yaitu memakai buku teks dalam pembelajaran yang dikombinasikan dengan sumber belajar lain dan disesuai juga dengan profil belajar murid di kelas (penerapan pembelajaran diferensiasi)

Langkah 9: Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

Keputusan yang diambil, dilaksanakan dengan baik, kemudian di evaluasi dan di refleksi

apakah pelaksanaannya sudah sesuai?

apakah keputusan tersebut sudah efektif dalam menjawab permasalahan yang dihadapi?

apakah kedua pihak yang berselisih sudah sama-sama bisa menerima dengan keputusan ini?

apakah masih ada sesuatu yang menghalangi dalam pelaksanaan keputusan tersebut?

apakah hasil pembelajaran lebih maksimal? Murid dan Guru bahagia?

Pengawas, kepala sekolah, rekan Guru semuanya sudah dapat menerima dengan ikhlas?

Refleksi perlu dilaksanakan supaya keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan, bila masihn ada kekurangan dapat di tinjau kembali dan diperbaiki. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

REFLEKSI INDIVIDU

GURU PENULIS HEBAT